BerandaInternasionalTimur Tengah & AfrikaIsrael Lakukan Genosida di...

Israel Lakukan Genosida di Gaza, Ini Penjelasan Profesor Yahudi Ilan Pappe

Korban Jiwa Capai Puluhan Ribu

Krisis kemanusiaan di Gaza mencapai titik nadir. Militer Israel kembali melakukan serangan besar-besaran yang diduga telah mengakibatkan genosida terhadap rakyat Palestina. Tidak hanya serangan udara, militer Israel juga mencegah masuknya bantuan kemanusiaan ke wilayah Gaza. Akibatnya, puluhan ribu warga Palestina kehilangan nyawa, termasuk anak-anak dan balita. Menurut laporan, jumlah korban tewas telah melebihi 45 ribu jiwa, dengan sebagian besar korban akibat kelaparan, cuaca ekstrem, dan kurangnya akses medis.

Video-video yang beredar di media sosial memperlihatkan penderitaan warga Palestina. Salah satunya adalah rekaman seorang ayah yang menggotong jenazah anaknya yang masih berlumuran darah. Ada pula dokumentasi salat jenazah massal, tangisan wanita dan anak-anak yang meminta makanan, serta balita yang meninggal akibat gizi buruk. Meskipun berbagai kesaksian ini telah tersebar luas, Israel tetap melanjutkan serangan tanpa menunjukkan tanda-tanda penyesalan.

Akar Masalah: Kurikulum Pendidikan yang Bermasalah

Dalam wawancara eksklusif dengan Al Jazeera, Profesor Yahudi Ilan Pappe menyatakan bahwa akar dari tindakan brutal ini terletak pada sistem pendidikan di Israel. “Sejak usia dini, anak-anak Israel diajarkan bahwa mereka adalah bangsa terunggul dan Palestina adalah musuh yang harus disingkirkan. Pemikiran ini menciptakan generasi yang rasis dan tidak memiliki empati terhadap sesama manusia,” ungkap Pappe.

Pappe menyoroti bahwa kurikulum pendidikan Israel membentuk pandangan supremasi yang membenarkan tindakan kekerasan terhadap Palestina. Hal ini sangat berbeda dengan pendidikan di negara-negara Barat seperti Amerika Serikat dan Eropa, di mana nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan kesetaraan lebih ditekankan.

Siklus Kebiadaban: Efek Jangka Panjang bagi Israel

Menurut Pappe, tindakan genosida ini tidak hanya menghancurkan rakyat Palestina tetapi juga membawa dampak buruk bagi Israel sendiri. “Negara yang dibangun di atas kebiadaban dan ekstremisme tidak akan bertahan lama. Cepat atau lambat, kejahatan ini akan kembali kepada mereka,” tegasnya. Pappe memperingatkan bahwa Zionisme modern telah berubah menjadi neozionisme yang ekstrem, dan ini hanya akan mempercepat kehancuran Israel.

Dukungan Amerika Serikat Mulai Goyah?

Dukungan Amerika Serikat kepada Israel selama ini menjadi salah satu faktor utama yang memungkinkan tindakan agresif Israel. Namun, situasi geopolitik yang semakin kompleks membuat dukungan ini terancam berkurang.

Amerika kini menghadapi tantangan besar, mulai dari bencana alam hingga meningkatnya tekanan ekonomi global. Presiden baru yang lebih populis diperkirakan akan lebih fokus pada kepentingan dalam negeri, yang dapat mengurangi perhatian terhadap isu-isu luar negeri, termasuk dukungan untuk Israel.

Penyiksaan dalam Penjara: Kasus Moataz Abu Zneid

Di sisi lain, pelanggaran hak asasi manusia terhadap tahanan Palestina terus berlanjut. Salah satu kasus terbaru adalah kematian Moataz Abu Zneid, seorang tahanan asal Dura, Hebron. Abu Zneid meninggal dunia setelah mengalami penyiksaan dan kelalaian medis di penjara Israel. Menurut laporan Komisi Tahanan Palestina, ia ditahan tanpa tuduhan sejak Juni 2023 dan mengalami kondisi kesehatan yang memburuk akibat perlakuan tidak manusiawi di penjara.

Organisasi hak asasi manusia menyatakan bahwa sejak Oktober 2023, sebanyak 68 tahanan Palestina meninggal di penjara Israel akibat penyiksaan atau kelalaian medis. Angka ini menjadi yang tertinggi dalam sejarah penahanan sejak 1967. “Apa yang terjadi pada para tahanan adalah bagian dari perang pemusnahan sistematis yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina,” tegas Komisi Tahanan Palestina.

Panggilan untuk Tindakan Internasional

Lembaga-lembaga HAM internasional terus mendesak komunitas global untuk mengambil langkah tegas terhadap Israel. Mereka menyerukan agar kejahatan perang yang dilakukan Israel segera diselidiki dan dijatuhi sanksi internasional yang berat.

Saat ini, lebih dari 10.400 tahanan Palestina masih mendekam di penjara Israel, termasuk 320 anak-anak dan 85 perempuan. Kondisi mereka sangat memprihatinkan, dengan banyak yang menjadi korban penyiksaan, kelaparan, dan perawatan medis yang disengaja diabaikan. Jika situasi ini dibiarkan, jumlah korban diperkirakan akan terus meningkat.

Kesimpulan

Krisis kemanusiaan di Gaza adalah tragedi yang membutuhkan perhatian mendesak dari dunia internasional. Tindakan Israel yang terus melakukan genosida dan pelanggaran hak asasi manusia hanya akan memperburuk situasi. Jika komunitas global tidak segera bertindak, dampaknya tidak hanya akan menghancurkan Palestina, tetapi juga merusak kredibilitas nilai-nilai kemanusiaan yang seharusnya dijunjung tinggi oleh masyarakat internasional.

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Suriah Pascaruntuhnya Assad: Berakhirnya Ambisi Separatis YPG

Jakarta (NSM) — Perubahan peta kekuasaan di Suriah pascaberakhirnya pemerintahan Bashar...

“Real Talk” Siap Tayang Di SBS, Choo Sung-hoon Curhat Santai Soal Rumah Tangga

Jakarta (NSM), SBS bersiap meluncurkan program talk show terbarunya bertajuk “Real...

“Agents Of Mystery” Season 2 Tayang Februari, Netflix Janjikan Petualangan Lebih Besar Dan Menegangkan

Jakarta (NSM), Netflix resmi mengumumkan kembalinya serial petualangan unscripted “Agents of...

Dramatis Di Markas Napoli, Dua Gol Joao Pedro Pastikan Tiket 16 Besar Untuk Chelsea

Jakarta (NSM), Chelsea memastikan langkah otomatis ke babak 16 besar Liga...

- A word from our sponsors -

spot_img

Read Now

Suriah Pascaruntuhnya Assad: Berakhirnya Ambisi Separatis YPG

Jakarta (NSM) — Perubahan peta kekuasaan di Suriah pascaberakhirnya pemerintahan Bashar al-Assad membawa konsekuensi langsung bagi aktor-aktor non-negara yang selama lebih dari satu dekade mengisi kekosongan otoritas. Salah satunya adalah Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG), kelompok bersenjata yang kini kehilangan pijakan politik dan militer di wilayah timur...

“Real Talk” Siap Tayang Di SBS, Choo Sung-hoon Curhat Santai Soal Rumah Tangga

Jakarta (NSM), SBS bersiap meluncurkan program talk show terbarunya bertajuk “Real Talk”, yang akan tayang perdana pada Senin, 2 Februari pukul 22.10 waktu setempat. Episode pertama langsung menghadirkan nama besar, atlet MMA sekaligus figur televisi Choo Sung-hoon, sebagai tamu pembuka.Berbeda dari format talk show konvensional, Real Talk...

“Agents Of Mystery” Season 2 Tayang Februari, Netflix Janjikan Petualangan Lebih Besar Dan Menegangkan

Jakarta (NSM), Netflix resmi mengumumkan kembalinya serial petualangan unscripted “Agents of Mystery” untuk musim kedua. Melalui pengumuman pada 29 Januari, platform streaming tersebut memastikan Season 2 akan tayang perdana pada 27 Februari, menandai kelanjutan kisah tim agen rahasia yang memecahkan kasus-kasus misterius dengan pendekatan sinematik.Serial ini digarap...

Dramatis Di Markas Napoli, Dua Gol Joao Pedro Pastikan Tiket 16 Besar Untuk Chelsea

Jakarta (NSM), Chelsea memastikan langkah otomatis ke babak 16 besar Liga Champions usai menuntaskan laga dramatis di markas Napoli, Kamis (29/1) dini hari WIB. The Blues membalikkan keadaan dan menang 3-2, dengan Joao Pedro tampil sebagai penentu lewat dua gol krusial di babak kedua. Kekalahan ini sekaligus...

Jokowi Dijadwalkan Beri Arahan Di Rakernas PSI Makassar, Grace Natalie Pastikan Kehadiran

Jakarta (NSM), Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menjadwalkan kehadiran Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang digelar di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (31/1). Kehadiran Jokowi disebut akan dimanfaatkan untuk memberikan arahan strategis kepada jajaran kader partai.Sekretaris Dewan Pembina PSI Grace Natalie menyampaikan bahwa...

Bagaimana Ancaman Perdagangan Trump Telah Membentuk Ulang Strategi Global Eropa

Jakarta (NSM), Selama puluhan tahun, Uni Eropa bergerak dalam tatanan internasional yang relatif stabil, ditopang hubungan ekonomi dan keamanan yang erat dengan Amerika Serikat. Pola itu membentuk cara Brussel membaca risiko global dan menyusun kebijakan dagang, dengan asumsi bahwa kemitraan transatlantik akan tetap menjadi jangkar utama.Asumsi tersebut...

ESDM Kaji Usulan Pembatasan Pembelian LPG 3 Kg Maksimal 10 Tabung Per KK

Jakarta (NSM) — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menanggapi usulan Pertamina Patra Niaga terkait pembatasan pembelian LPG subsidi 3 kilogram (kg) maksimal 10 tabung per bulan untuk setiap kepala keluarga (KK). Pemerintah menegaskan, usulan tersebut masih dalam tahap kajian dan belum menjadi kebijakan final.Wakil Menteri...

Puluhan Siswa SMAN 2 Kudus Diduga Keracunan MBG, Operasional SPPG Dihentikan

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG — Sekretaris Tim Satgas Percepatan MBG Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Hanung Triyono, mengungkapkan, kegiatan operasional SPPG Purwosari di Kabupaten Demak telah dihentikan sementara. Hal itu merespons kasus dugaan keracunan puluhan siswa di SMAN 2 Kudus.Hanung mengatakan, pada Kamis (29/1/2026), pihak SPPG Purwosari menerima laporan dari...

Hamas Tolak Pelucutan Senjata Gaza, Sebut Keputusan Nasional Selama Pendudukan Berlanjut

Jakarta (NSM), Anggota Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam Hamas, Suhail al-Hindi, menanggapi pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menegaskan niat Israel untuk melucuti senjata Hamas di Jalur Gaza, baik melalui cara yang mudah maupun sulit. Menurut al-Hindi, isu senjata tidak dapat dipisahkan dari kondisi pendudukan yang...

Purbaya Gandeng Menko Polkam Perkuat Penegakan Pajak, Rokok Ilegal Jadi Target Awal

Jakarta (NSM), Pemerintah menyiapkan langkah lintas sektor untuk memperkuat penegakan hukum di bidang penerimaan negara. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kerja sama dengan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago akan segera dijalankan guna mengatasi berbagai hambatan dalam pemeriksaan pajak di lapangan. Menurut Purbaya, koordinasi tersebut...

PSI Akui Belum Lolos Pemilu, Bidik Konsolidasi Dan Figur Baru Jelang Rakernas

Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali secara terbuka mengakui bahwa partainya masih berada dalam posisi minor di peta politik nasional. Hingga saat ini, PSI belum berhasil lolos sebagai peserta pemilu tetap, setelah dua kali gagal menembus ambang batas yang ditetapkan. Pengakuan tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja...

Mentan Dorong Alih Tanam Di Lereng Curam Untuk Tekan Risiko Longsor

Jakarta (NSM), Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa lahan pertanian dengan tingkat kemiringan lebih dari 45 derajat tidak lagi layak digunakan untuk budidaya sayuran. Kondisi tersebut dinilai meningkatkan risiko erosi dan longsor, terutama di wilayah dengan curah hujan tinggi. Pemerintah karena itu mendorong penataan ulang pola tanam...