BerandaUncategorizedFenomena #KaburAjaDulu: Antara Kegelisahan...

Fenomena #KaburAjaDulu: Antara Kegelisahan dan Peluang Masa Depan

Jakarta, Tagar #KaburAjaDulu tiba-tiba mencuri perhatian di media sosial X pada awal Februari 2025. Tagar ini menjadi viral di kalangan generasi Z (Gen Z) Indonesia, menggambarkan kegelisahan mereka terhadap situasi dalam negeri yang dinilai kurang kondusif. Namun, di balik nada pesimistis yang tersirat, fenomena ini justru membuka peluang diskusi menarik tentang masa depan Indonesia, terutama dalam hal pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan peran diaspora.

Dari Kegelisahan ke Peluang

Tagar #KaburAjaDulu awalnya muncul sebagai ekspresi kekhawatiran generasi muda terhadap berbagai tantangan di Indonesia, mulai dari persoalan ekonomi, pendidikan, hingga lapangan kerja. Namun, tagar ini tidak hanya berhenti sebagai ungkapan kekesalan. Banyak netizen, termasuk diaspora Indonesia yang lebih senior, memanfaatkannya untuk berbagi informasi tentang peluang studi, karier, dan kehidupan di luar negeri.

Wakil Menteri Pendidikan, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Prof. Stella Christie, melihat fenomena ini dari sudut pandang yang lebih optimistis. Menurutnya, keinginan untuk “kabur” tidak selalu negatif. “Jika kita lihat lebih dalam, ini bisa menjadi peluang untuk mengembangkan kemampuan individu di luar negeri, yang pada akhirnya bisa memberikan kontribusi bagi Indonesia,” ujarnya dalam acara Naratama di Menara Kompas, Jakarta.

Diaspora sebagai Kekuatan Global

Prof. Stella menekankan pentingnya peran diaspora dalam memajukan Indonesia. Ia mengambil contoh negara seperti India dan Tiongkok, yang telah membuktikan bagaimana diaspora mereka berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi, sains, dan teknologi di negara asal.

“Lihat saja Satya Nadella, CEO Microsoft asal India. Ia tidak hanya sukses di Amerika Serikat, tetapi juga membuka banyak lapangan kerja untuk orang India, bahkan mendorong offshoring pekerjaan ke India,” jelasnya.

Di Indonesia, meskipun jumlah diaspora masih relatif kecil dibandingkan India atau Tiongkok, Prof. Stella mengapresiasi kontribusi mereka. Banyak diaspora Indonesia yang aktif membimbing mahasiswa dari tanah air, membuka jaringan penelitian internasional, dan memperkenalkan peluang karier di luar negeri.

Brain Circulation, Bukan Brain Drain

Salah satu kekhawatiran yang sering muncul adalah potensi brain drain, atau hilangnya talenta unggul Indonesia ke luar negeri. Namun, Prof. Stella menegaskan bahwa fenomena yang terjadi saat ini lebih tepat disebut sebagai brain circulation.

“Brain circulation adalah konsep di mana talenta unggul suatu negara bisa berkontribusi dari mana pun mereka berada. Mereka bisa membawa pulang pengetahuan, jaringan, dan pengalaman yang bermanfaat bagi Indonesia,” paparnya.

Ia mencontohkan bagaimana diaspora Indonesia di Inggris, China, dan Amerika Serikat telah membantu membawa mahasiswa dan peneliti Indonesia ke lingkaran akademis dan profesional global. “Ini bukan tentang pergi dan tidak kembali, tetapi tentang membangun kolaborasi yang saling menguntungkan,” tambahnya.

Baca Juga : Hasil Sidang Isbat, Awal Puasa Ramadhan Jatuh pada 1 Maret 2025

Tantangan ke Depan

Meski optimistis, Prof. Stella mengakui bahwa Indonesia masih tertinggal dalam hal jumlah diaspora yang memiliki posisi strategis di luar negeri. Data dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menunjukkan, dalam lima tahun terakhir, rata-rata 1.000 warga negara Indonesia (WNI) per tahun melepas status kewarganegaraannya untuk menjadi warga Singapura.

“Angka ini belum masif, tetapi kita perlu waspada. Indonesia membutuhkan lebih banyak diaspora yang bisa menjadi duta bangsa di kancah global,” ujarnya.

Untuk menghadapi tantangan ini, Prof. Stella menekankan pentingnya membangun industri dan lapangan kerja yang menarik di dalam negeri. “Kita perlu menciptakan ekosistem yang bisa menarik kembali talenta-talenta yang sudah berkarier di luar negeri,” katanya.

Pesan untuk Generasi Muda

Di akhir pembicaraan, Prof. Stella menyampaikan pesan khusus untuk generasi muda Indonesia. “Jika kalian memilih untuk mengejar peluang di luar negeri, jangan lupakan tanah air. Bangunlah jaringan, tingkatkan kompetensi, dan suatu saat nanti, kembalilah untuk berkontribusi bagi Indonesia,” pesannya.

Ia juga mengajak diaspora Indonesia yang sudah sukses di luar negeri untuk terus aktif membangun negeri dari jarak jauh. “Kalian adalah bagian dari kekuatan Indonesia. Dari mana pun kalian berada, kontribusi kalian sangat berarti,” tandasnya.

Fenomena #KaburAjaDulu mungkin bermula dari kegelisahan, tetapi ia telah membuka pintu diskusi tentang bagaimana Indonesia bisa memanfaatkan potensi diaspora untuk kemajuan bangsa. Dengan strategi yang tepat, keinginan untuk “kabur” bisa berubah menjadi langkah awal untuk membangun Indonesia yang lebih baik di masa depan.

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Suriah Pascaruntuhnya Assad: Berakhirnya Ambisi Separatis YPG

Jakarta (NSM) — Perubahan peta kekuasaan di Suriah pascaberakhirnya pemerintahan Bashar...

“Real Talk” Siap Tayang Di SBS, Choo Sung-hoon Curhat Santai Soal Rumah Tangga

Jakarta (NSM), SBS bersiap meluncurkan program talk show terbarunya bertajuk “Real...

“Agents Of Mystery” Season 2 Tayang Februari, Netflix Janjikan Petualangan Lebih Besar Dan Menegangkan

Jakarta (NSM), Netflix resmi mengumumkan kembalinya serial petualangan unscripted “Agents of...

Dramatis Di Markas Napoli, Dua Gol Joao Pedro Pastikan Tiket 16 Besar Untuk Chelsea

Jakarta (NSM), Chelsea memastikan langkah otomatis ke babak 16 besar Liga...

- A word from our sponsors -

spot_img

Read Now

Suriah Pascaruntuhnya Assad: Berakhirnya Ambisi Separatis YPG

Jakarta (NSM) — Perubahan peta kekuasaan di Suriah pascaberakhirnya pemerintahan Bashar al-Assad membawa konsekuensi langsung bagi aktor-aktor non-negara yang selama lebih dari satu dekade mengisi kekosongan otoritas. Salah satunya adalah Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG), kelompok bersenjata yang kini kehilangan pijakan politik dan militer di wilayah timur...

“Real Talk” Siap Tayang Di SBS, Choo Sung-hoon Curhat Santai Soal Rumah Tangga

Jakarta (NSM), SBS bersiap meluncurkan program talk show terbarunya bertajuk “Real Talk”, yang akan tayang perdana pada Senin, 2 Februari pukul 22.10 waktu setempat. Episode pertama langsung menghadirkan nama besar, atlet MMA sekaligus figur televisi Choo Sung-hoon, sebagai tamu pembuka.Berbeda dari format talk show konvensional, Real Talk...

“Agents Of Mystery” Season 2 Tayang Februari, Netflix Janjikan Petualangan Lebih Besar Dan Menegangkan

Jakarta (NSM), Netflix resmi mengumumkan kembalinya serial petualangan unscripted “Agents of Mystery” untuk musim kedua. Melalui pengumuman pada 29 Januari, platform streaming tersebut memastikan Season 2 akan tayang perdana pada 27 Februari, menandai kelanjutan kisah tim agen rahasia yang memecahkan kasus-kasus misterius dengan pendekatan sinematik.Serial ini digarap...

Dramatis Di Markas Napoli, Dua Gol Joao Pedro Pastikan Tiket 16 Besar Untuk Chelsea

Jakarta (NSM), Chelsea memastikan langkah otomatis ke babak 16 besar Liga Champions usai menuntaskan laga dramatis di markas Napoli, Kamis (29/1) dini hari WIB. The Blues membalikkan keadaan dan menang 3-2, dengan Joao Pedro tampil sebagai penentu lewat dua gol krusial di babak kedua. Kekalahan ini sekaligus...

Jokowi Dijadwalkan Beri Arahan Di Rakernas PSI Makassar, Grace Natalie Pastikan Kehadiran

Jakarta (NSM), Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menjadwalkan kehadiran Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang digelar di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (31/1). Kehadiran Jokowi disebut akan dimanfaatkan untuk memberikan arahan strategis kepada jajaran kader partai.Sekretaris Dewan Pembina PSI Grace Natalie menyampaikan bahwa...

Bagaimana Ancaman Perdagangan Trump Telah Membentuk Ulang Strategi Global Eropa

Jakarta (NSM), Selama puluhan tahun, Uni Eropa bergerak dalam tatanan internasional yang relatif stabil, ditopang hubungan ekonomi dan keamanan yang erat dengan Amerika Serikat. Pola itu membentuk cara Brussel membaca risiko global dan menyusun kebijakan dagang, dengan asumsi bahwa kemitraan transatlantik akan tetap menjadi jangkar utama.Asumsi tersebut...

ESDM Kaji Usulan Pembatasan Pembelian LPG 3 Kg Maksimal 10 Tabung Per KK

Jakarta (NSM) — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menanggapi usulan Pertamina Patra Niaga terkait pembatasan pembelian LPG subsidi 3 kilogram (kg) maksimal 10 tabung per bulan untuk setiap kepala keluarga (KK). Pemerintah menegaskan, usulan tersebut masih dalam tahap kajian dan belum menjadi kebijakan final.Wakil Menteri...

Puluhan Siswa SMAN 2 Kudus Diduga Keracunan MBG, Operasional SPPG Dihentikan

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG — Sekretaris Tim Satgas Percepatan MBG Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Hanung Triyono, mengungkapkan, kegiatan operasional SPPG Purwosari di Kabupaten Demak telah dihentikan sementara. Hal itu merespons kasus dugaan keracunan puluhan siswa di SMAN 2 Kudus.Hanung mengatakan, pada Kamis (29/1/2026), pihak SPPG Purwosari menerima laporan dari...

Hamas Tolak Pelucutan Senjata Gaza, Sebut Keputusan Nasional Selama Pendudukan Berlanjut

Jakarta (NSM), Anggota Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam Hamas, Suhail al-Hindi, menanggapi pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menegaskan niat Israel untuk melucuti senjata Hamas di Jalur Gaza, baik melalui cara yang mudah maupun sulit. Menurut al-Hindi, isu senjata tidak dapat dipisahkan dari kondisi pendudukan yang...

Purbaya Gandeng Menko Polkam Perkuat Penegakan Pajak, Rokok Ilegal Jadi Target Awal

Jakarta (NSM), Pemerintah menyiapkan langkah lintas sektor untuk memperkuat penegakan hukum di bidang penerimaan negara. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kerja sama dengan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago akan segera dijalankan guna mengatasi berbagai hambatan dalam pemeriksaan pajak di lapangan. Menurut Purbaya, koordinasi tersebut...

PSI Akui Belum Lolos Pemilu, Bidik Konsolidasi Dan Figur Baru Jelang Rakernas

Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali secara terbuka mengakui bahwa partainya masih berada dalam posisi minor di peta politik nasional. Hingga saat ini, PSI belum berhasil lolos sebagai peserta pemilu tetap, setelah dua kali gagal menembus ambang batas yang ditetapkan. Pengakuan tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja...

Mentan Dorong Alih Tanam Di Lereng Curam Untuk Tekan Risiko Longsor

Jakarta (NSM), Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa lahan pertanian dengan tingkat kemiringan lebih dari 45 derajat tidak lagi layak digunakan untuk budidaya sayuran. Kondisi tersebut dinilai meningkatkan risiko erosi dan longsor, terutama di wilayah dengan curah hujan tinggi. Pemerintah karena itu mendorong penataan ulang pola tanam...